<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164</id><updated>2011-07-07T17:20:39.368-07:00</updated><title type='text'>Gema Pembebasan Kalbar</title><subtitle type='html'>Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-3860383036094376913</id><published>2008-07-31T08:19:00.000-07:00</published><updated>2010-12-11T19:35:09.590-08:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP  GERAKAN MAHASISWA (GEMA) PEMBEBASAN   TOLAK KENAIKAN BBM, HENTIKAN LIBERALISASI MIGAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Dalam rapat terbatas  dengan sejumlah menteri (Kompas, 5/5), Presiden SBY untuk ketiga kalinya  memutuskan untuk kembali menaikkan harga BBM. Meski belum ada angka  pasti mengenai besar kenaikan tersebut, namun menurut sejumlah informasi  media, kenaikan tersebut rata-rata 30 persen. Alasan pemerintah yang  juga mendapat dukungan sejumlah ekonom tersebut, adalah kenaikan harga  minyak mentah di pasar internasional &lt;i&gt;(New York Exchange Mercantile)&lt;/i&gt;  yang saat ini telah menembus angka 120 dollar per barrel semakin membebani  APBN. Padahal APBN-P 2008 asumsi harga minyak mentah dipatok 95 dollar  per barel. Dengan demikian beban subsidi BBM yang kini sebesar 126 triliun  akan semakin besar. Untuk mengantisipasi dampak kenaikan tersebut Pemerintah  akan kembali menjalankan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui  pemberian raskin, pendidikan dan kesehatan gratis kepada masyarakat  miskin yang dianggap lebih tetap sasaran. &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Keputusan Pemerintah  untuk menaikkan BBM ini harus ditolak karena beberapa alasan, antara  lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: arial;" type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kenaikan harga BBM dapat    dipastikan akan meningkatkan inflasi. Harga-harga barang dan jasa khususnya    kebutuhan pokok yang belakangan ini telah melonjak, dipastikan akan    semakin meroket disamping akan semakin memukul sektor usaha. Menurut    perkiraan Depkeu kenaikan rata-rata 30 persen akan meningkatkan inflasi    menjadi 11 persen. Dampaknya dengan mudah dapat ditebak, masyarakat    menengah ke bawah  yang selama ini menjerit dan menderita akibat    kesulitan memenihi kebutuhan sehari-hari akan semakin merana. Angka    kemiskinan yang kini menjapai 36,8 juta orang dipastikan akan bertambah.    Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi memperkirakan, kenaikan    harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah    sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. Pemberian subsidi    langsung kepada rakyat miskin tidak akan efektif sebagaimana yang dilakukan    pemerintah tahun 2005 untuk menekan laju kemiskinan. Angka kemiskinan    justru semakin meningkat. Belum lagi dampak sosial dari kenaikan ini    berupa peningkatan angka putus sekolah, peningkatan tingkat kriminalitas    dan gangguan kesehatan akan terus mewabah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kenaikan harga minyak mentah    akhir-akhir ini di pasar internasional lebih diakibatkan oleh tindakan    para spekulan yang beralih dari portofolio seperti mata uang dan saham    yanag belakangan ini kurang menguntungkan sebagai dampak dari krisis    keungan global. Dengan demikian kenaikan tersebut bukan akibat &lt;i&gt;real    cost&lt;/i&gt;. Adanya selisih antara harga jual dengan harga internasional    inilah yang dianggap pemerintah sebagai subsidi. Padahal tidak seluruh    konsumsi minyak mentah Indonesia yang mencapai 1,2 juta barel hari tersebut    diimpor. Dengan rata-rata produksi minyak (&lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt;) sebesar 927.000    barrel per hari maka impor minyak mentah Indonesia berkisar antara 300-400    barel per hari. Dengan demikian jika terjadi lonjakan harga, maka peningkatan    subsidi hanya terjadi pada jumlah yang diimpor saja. Kesalahan fatal    pemerintah terjadi ketika menganggap BBM sebagai komoditas yang harus    dijual dengan harga pasar. Padahal sejatinya BBM adalah bagian dari    komoditas yang merupakan kepemilikan umum yang harganya disesuaikan    dengan kemampuan masyarakat sebagaimana yang didiktumkan oleh Islam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pemerintah seharusnya menempuh    cara lain untuk mengurangi beban APBN tanpa harus mengorbankan rakyat.    Salah satunya dengan meningkatkan produksi dan penerimaan dari minyak    dalam negeri.  Rendahnya produski dalam negeri diantaranya diakibatkan    oleh semakin menurunnya produktivitas sumur-sumur minyak akibat usianya    yang semakin tua disamping jumlahnya yang terus menyusut. Hingga saat    ini jumlahnya diperkirakan hanya tinggal 25 sumur. Di samping itu rendahnya    tehnologi pengilangan minyak Pertamina maka jenis &lt;i&gt;arabian    light sweet/light sweet &lt;/i&gt; misalnya harus diimpor. Di sisi lain, sisitem &lt;i&gt;   Product Sharing&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Contract &lt;/i&gt;   yang mencapai 60 persen untuk pihak pengelola yang saat ini didomonasi    asing ditambah dengan penggelembungan &lt;i&gt;cost recovery&lt;/i&gt; dengan pemerintah    sebesar 40 persen dianggap oleh banyak pengamat perminyakan merugikan    Indonesia. Belum lagi proses &lt;i&gt;delivery&lt;/i&gt; impor BBM sejak jaman Orde    baru hingga kini masih terus ditenderkan kepada  pihak swasta yang    mengakibatkan biaya pengapalan semakin tinggi. Oleh karena itu peningkatan    kapasitas produksi, pembenahan manajemen dan efisiensi produksi seharusnya    dilakukan oleh pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Cara lain yang dapat ditempuh    untuk mengurangi beban APBN adalah mengurangi porsi pembayaran utang    beserta bunganya. Pasalnya u&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;ntuk    membayar angsuran pokok dan bunga utang luar negeri, pemerintah setiap    tahun harus mengalokasikan belanja negara sekitar Rp 25 triliun dan    Rp 45 triliun. Jika angka itu ditambah dengan kewajiban membayar angsuran    pokok dan bunga utang dalam negeri yang masing-masing berjumlah sekitar    Rp 30 triliun dan Rp 45 triliun, maka praktis sepertiga APBN atau sekitar    Rp 145 triliun, habis terkuras hanya untuk membayar angsuran pokok dan    bunga utang. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Ketidakberanian pemerintah    melakukan &lt;i&gt;rescheduling&lt;/i&gt; utang dan &lt;i&gt;hair cut&lt;/i&gt;  kepada negara-negara    kreditor menunjukkan bahwa pemerintah hanya berani mengorbankan rakyat    tanpa mau bersusah payah mencari alternatif lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kebijakan Pemerintah untuk    terus mengurangi subsidi BBM sejatinya merupakan bagian dari uapaya    untuk meliberalisasi sektor migas dengan melepaskan harganya kepada    pasar. Pecabutan subsidi secara bertahap ini didukung oleh penerbitan    UU Migas No. 22/ 2001 dan  UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman    Modal yang memberikan keleluasaan kepada investor swasta khususnya asing    untuk melakukan investasi termasuk pada sektor ini. Kebijakan ini jelas    tidak lepas dari agenda &lt;i&gt;Washington Consensus&lt;/i&gt; yang diarsiteki    oleh kelompok Neolib yang selama ini bercokol dalam kabinet pemerintahan    Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Oleh karena itu, Gerakan  Mahasiswa Pembebasan menyatakan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: arial;" type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mendesak pemerintah untuk    membatalkan rencana kenaikan BBM tersebut, sebab hal tersebut justru    berdampak negatif bagi kesejahteraan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Menuntut Pemerintah untuk    menghentikan proses liberalisasi sektor migas dengan membatalkan berbagai    kontrak pengelolaan migas yang merugikan pemerintah dan mengembalikan    pengelolaannya sesuai dengan Syariah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mengajak seluruh komponen    mayarakat untuk meminta SBY-JK dan seluruh jajaran Kabinetnya mundur    jika mengebaikan seruan ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mengajak kepada seluruh    masyarakat untuk besatu padu mengenyahkan sistem pemerintahan yang Kapitalis    sekuler ini dan menggantinya dengan sistem Khilafah Islamiyyah yang    akan menjalankan pemeritahan dan perekonomian sesuai dengan syariah    Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;

&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Jakarta,  8 Mei  2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sekjen Gema Pembebasan&lt;/span&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Erwin Permana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; Pemerintah dan DPR telah menyepakati anggaran subsidi bahan bakar minyak  dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008 sebesar  Rp 126 triliun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sedangkan konsumsi  BBM bersubsidi yang disetujui dalam APBN-P 2008 sebanyak 39 juta kilo  liter sementara produksi minyak (&lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt;) ditetapkan sebesar  927.000 barrel per hari dan patokan harga minyak sebesar 95 dolllar  AS per barrel. Sekarang kita bisa mengamati secara bersama kenaikan  harga minyak di pasar spot sudah mencapai 120 dollar AS per barrel bahkan  diperkirakan hingga akhir tahun ini bisa saja mencapai 140 dollar AS  per barrel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Memang, patokan harga  minyak dalam APBN tidak didasarkan pada harga minyak di pasar spot tetapi  berpedoman pada harga rata-rata minyak Indonesia atau &lt;i&gt;Indonesia Crude  Price&lt;/i&gt; (ICP) baik harga bulanan, tiga bulan maupun harga ICP tahunan.  Dengan kata lain, harga minyak di ICP juga mengacu pada harga minyak  dunia di pasar spot. Berdasarkan perhitungan sementara, saat ini harga  ICP tiga bulan pertama tahun 2008 su dah mendekati 100 dollar AS per  barrel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Dalam rapat kabinet  terbatas, Senin (5/5), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan  bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi secara terbatas,  artinya masih dalam jangkauan masyarakat dan pelaku usaha. Pemerintah  mengisyaratkan, kenaikan tersebut berkisar antara 20 hingga 30 persen. &lt;/span&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Akan tetapi, informasi  yang diterima &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, Senin malam ini, besaran kenaikan yang  tengah dihitung pemerintah maksimal kenaikan rata-rata BBM sebesar 30  persen, dengan perkiraan pengurangan anggaran subsidi mencapai Rp 30  triliun. Kenaikan harga BBM itu disebut-sebut paling lambat diputuskan  pada 1 Juni mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-3860383036094376913?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/3860383036094376913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=3860383036094376913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/3860383036094376913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/3860383036094376913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2008/07/pernyataan-sikap-gerakan-mahasiswa-gema.html' title='PERNYATAAN SIKAP  GERAKAN MAHASISWA (GEMA) PEMBEBASAN   TOLAK KENAIKAN BBM, HENTIKAN LIBERALISASI MIGAS'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-2197025938725045852</id><published>2008-02-22T08:56:00.001-08:00</published><updated>2010-12-11T20:39:03.885-08:00</updated><title type='text'>Buletin Edisi 2</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;MENAKAR ARAH REFORMASI DAN GERAKAN MAHASISWA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;Oleh : Agung Wisnuwardana (Penggagas GEMA Pembebasan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Era Reformasi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dimulai pada pertengahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1998&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tepatnya saat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Republik_Indonesia" title="Presiden Republik Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto" title="Soeharto"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengundurkan diri pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Mei" title="21 Mei"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;21 Mei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1998&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan digantikan wakil presiden &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BJ_Habibie" title="BJ Habibie"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;BJ Habibie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Kondisi ini dilatarbelakangi krisis finansial Asia yang menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia" title="Ekonomi Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ekonomi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu.  Akhirnya hal ini menyebabkan terjadinya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demonstrasi" title="Demonstrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;demonstrasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; besar-besaran yang dilakukan berbagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_organ_gerakan_mahasiswa_1998" title="Daftar organ gerakan mahasiswa 1998"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;organ aksi mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di berbagai wilayah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.  Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian menyusul kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir di seluruh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
Sembilan tahun sudah umur reformasi, tetapi rasanya tidak ada perubahan signifikan di negeri ini.  Kesempatan untuk mencari pekerjaan semakin sulit, angka kemiskinan semakin meningkat, biaya pendidikan semakin mahal, penjajahan asing semakin mencengkeram, budaya KKN sebagai rahasia umum yang semakin "enak" untuk ditonton, dekonstruksi moral bangsa semakin mendapatkan legitimasi dan masih banyak racun-racun sosial lainnya yang semakin meluas. Tepat rasanya ungkapan beberapa kalangan bahwa "reformasi telah mati".  Reformasi tinggal slogan tanpa kekuatan. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Akar Kegagalan Reformasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kegagalan reformasi sepantasnya mendapat perhatian serius dan analisis yang mendalam.  Ada tiga hal pokok penyebab gagalnya reformasi.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; kurangtepatnya perumusan akar masalah dan solusi krisis bangsa. Para aktivis gerakan perubahan, termasuk gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan, menilai akar masalah dari segala krisis bangsa adalah bobroknya perangkat penunjang sistem, antara lain penegakan hukum yang lemah, budaya KKN dan lemahnya demokratisasi.  Dari sini, dimunculkan solusi dengan enam visi reformasi dalam menuntaskan tiga masalah tadi.  Jika ditelusuri lebih mendalam, ketiga hal tadi bukanlah akar masalah.  Krisis 1997 di Indonesia dipicu oleh adanya gerakan boyong dolar ke luar negeri yang akhirnya menyebabkan kegoncangan luar biasa pada makro ekonomi Indonesia.  Sedangkan rupiah berposisi sebagai mata uang yang lemah dan tidak memiliki nilai intrinsik, sehingga sangat mudah terguncang oleh faktor ekonomi maupun politik.  Disamping itu, sektor non-riil (finansial) di Indonesia lebih dominan dibandingkan sektor riil, padahal yang dapat mensejahterakan rakyat adalah sektor riil. Pemerintah lalu menyelesaikan krisis ini dengan utang luar negeri dan privatisasi aset-aset publik yang memunculkan krisis berulang.  Walaupun saat ini makro ekonomi kita dinilai membaik, fakta sebenarnya hanyalah perbaikan semu.  Hal ini terjadi karena derasnya hot money yang masuk dalam pasar uang (sektor non-riil) yang hanya menunjukkan pertumbuhan sesaat, namun sewaktu-waktu dapat memunculkan krisis serupa  tahun 1997.  Persoalan ini adalah ciri khas diterapkannya sistem politik ekonomi neo-liberalis.  Neo-liberalis sebagai sistem politik ekonomi yang mendominasi dunia saat ini, telah diintervensikan oleh negara Barat Kapitalis ke berbagai negara dunia ketiga termasuk Indonesia dengan slogan "indah" globalisasi. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa akar masalah krisis di Indonesia adalah penerapan sistem ekonomi politik yang salah, yang telah menghancurkan "negeri kaya" ini. Sistem ekonomi politik ini sangat terkait erat dengan penerapan sistem ideologi negara neo-liberalis kapitalis yang diterapkan oleh negara ini. Konklusinya, solusi yang tepat adalah tidak sekedar menata ulang sistem (reformasi), tetapi kita harus jujur, ikhlas dan berani untuk mengubah total sistem kenegaraan di negeri ini dan menggantinya dengan sistem yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;lemahnya kesadaran berpikir politis mahasiswa.  Sejak 1998 sampai sekarang, aksi-aksi mahasiswa cenderung hanya mengikuti tren.  Berbagai aksi muncul sekedar respon yang spontanitas (reaksioner) tentang berbagai isu yang sedang populer di masyarakat. Saat isu tidak lagi banyak diperbincangkan masyarakat “karena termakan waktu walaupun belum selesai masalahnya-, maka pudar pulalah suara lantang mahasiswa. Wajarlah kemudian kalau gerakan mahasiswa ini sering dimanfaatkan sebagai alat permainan isu dan manajemen konflik oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini terjadi karena lemahnya budaya berpikir politis mahasiswa dalam menganalisis berbagai masalah dan solusi sehingga gerakan mahasiswa lebih terkesan reaksioner dibandingkan gerakan yang  intelek, analitis dan politis. Ditambah lagi media massa lebih cenderung mempublikasikan aksi-aksi mahasiwa yang anarkis sehingga memunculkan citra buruk gerakan mahasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ikatan dan sinergi antar organ gerakan perubahan yang lemah dan hanya bersifat kepentingan sesaat dan emosional.  Menjadi rahasia umum, sehari pasca runtuhnya Soeharto,          gerakan mahasiswa mengalami pecah.  Perpecahan ini dipicu oleh perbedaan kepentingan dan  kemanfaatan jangka pendek, terutama terkait dengan tokoh yang akan didukung dalam memimpin masa transisi menuju arah reformasi yang sebenarnya.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Hal ini terjadi karena ketidaksamaan pola pikir dan visi perjuangan.  Oleh karena itu, model gerakan yang akan melakukan perubahan sistem, bukan sekedar gerakan kepentingan politik jangka pendek, tetapi dibutuhkan gerakan yang memiliki kesamaan pemikiran dan visi perjuangan tentang arah perubahan. Tanpa hal ini, solusi yang diberikan hanyalah temporer dan kekuatan gerakan menjadi lemah dan hanya berumur singkat.  Untuk itu, diperlukan upaya terus-menerus dan intensif dalam menyatukan pemikiran dan visi perjuangan mahasiswa sehingga terwujud kesatuan kesadaran dan opini umum.   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FI"&gt;                        &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Reorientasi Arah Perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Pasca runtuhnya sosialisme dunia, Barat sebagai representatif liberalisme dunia berposisi sebagai penguasa dunia dan menempatkan Islam sebagai lawannya.  Hal ini setidaknya dapat dimengerti dari ungkapan Samuel P. Huntington dalam bukunya &lt;i&gt;Who Are We?&lt;/i&gt; (2004) bahwa Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS. Dalam buku yang lain yaitu &lt;i&gt;The Clash of Civilization&lt;/i&gt; (1996), Huntington menulis, &lt;i&gt;"Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri".&lt;/i&gt;  Analisis ini diperkuat oleh Willi Claes, mantan Sekjen NATO dengan pernyataannya, &lt;i&gt;"Muslim fundamentalis setidak-tidaknya sama bahayanya dengan Komunisme pada masa lalu. Harap jangan menganggap enteng risiko ini.... Itu adalah ancaman yang serius karena memunculkan terorisme, fanatisme agama, serta eksploitasi terhadap keadilan sosial dan ekonomi".&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Penulis telah menganalisis bahwa akar masalah berbagai krisis bangsa ini adalah penerapan sistem kenegaraan yang neo-liberalis kapitalis dan diperlukan adanya perubahan sistem yang lebih solutif dan alternatif.  Jika kita kaitkan dengan berbagai analisis tokoh-tokoh Barat di atas, sepantasnya kita tidak malu dan tabu untuk bicara tentang Islam sebagai solusi alternatif pengganti sistem neo-liberalis kapitalis penyebab krisis bangsa.  Perlu ada kerelaan hati tanpa ego untuk mencoba mempelajari Islam sebagai sebuah ideologi dengan sistem kehidupannya yang sempurna, bukan sekedar agama yang mengajarkan nilai-nilai ritual dan kebaikan. Islam pun harus ditempatkan tidak sekedar pada ranah privat tetapi juga publik.  Semaraknya penerapan sistem ekonomi syariah (walaupun belum seluruhnya syar'i) saat ini, sepantasnya menjadi salah satu bukti bahwa Islam memiliki konsep ekonomi. Demikian juga Islam memiliki konsep pemerintahan, politik, sosial, pendidikan, peradilan dan  aspek kehidupan manusia lainnya dalam berbangsa dan bermasyarakat.   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Oleh karena itu, arah perubahan sosial yang seharusnya diperjuangkan pun tidak perlu malu untuk menggaungkan penerapan syariat Islam secara sempurna dengan tegaknya institusi kenegaraan yang memayunginya. Semangat dan visi perjuangan inilah yang seharusnya menjadi ciri khas gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan.  Langkah praktis yang penulis tawarkan adalah pertama, secepatnya untuk mempelajari Islam dalam kerangka ideologi sebagai solusi krisis bangsa; kedua, melakukan serangkaian diskusi tertutup maupun publik dengan berbagai kalangan sebagai cikal bakal jaringan; ketiga, pembangunan jaringan aksi yang solid-sinergis dengan pemikiran dan visi perjuangan berdasarkan ideologi Islam menuju perubahan yang sistemik dan revolusioner. Semoga terwujud di tahun 2009, &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-2197025938725045852?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/2197025938725045852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=2197025938725045852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/2197025938725045852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/2197025938725045852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2008/02/buletin-edisi-2.html' title='Buletin Edisi 2'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-6110905063283163305</id><published>2008-01-10T18:19:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T18:36:35.032-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Gema Pembebasan Kalbar Mengucapkan
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&amp;amp;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);font-size:180%;" &gt;Tahun Baru 1429 H
&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-6110905063283163305?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/6110905063283163305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=6110905063283163305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/6110905063283163305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/6110905063283163305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2008/01/gema-pembebasan-kalbar-mengucapkan.html' title=''/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-93031853718894510</id><published>2007-11-05T18:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T19:02:17.557-08:00</updated><title type='text'>AGAR LISTRIK MURAH DAN RAKYAT DAPAT MENIKMATI HASILNYA    Oleh : Gema Pembebasan Kal-Bar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Islam memberikan petunjuk tentang kepemilikan listrik sebagai bagian dari kepemilikan umum kaum Muslim atau milik bersama umat. Pengelolaannya dilakukan sepenuhnya oleh negara, sebagai wakil dari umat, untuk dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Rasulullah saw. bersabda: Manusia berserikat dalam tiga hal: air, hutan, dan energi. (HR Abu Dawud).

Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah melakukan penaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun 2006 yang lalu. Alasan utama adalah karena naiknya beban biaya produksi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Jika kenaikan BBM dunia tinggi, kebutuhan subsidi PLN untuk produksi 2006 – menurut Pemerintah – sekitar Rp38 triliun. Artinya, dibutuhkan subsidi tambahan sebesar Rp 21 triliun lagi untuk menjamin kelangsungan produksi PLN pada kapasitas produksi saat ini. (Tabloid Intelejen, No. 25, Th. II. 10-23/2/2006). Namun kenaikan TDL ini tidak diikuti dengan pelayanan publik yang memadai.

Selain itu dalam upaya untuk meningkatkan keandalan listrik dan menambah daya. Karena terjadinya pemadaman listrik, baik terencana (terjadwal) maupun mendadak, itu disebabkan karena PLN kekurangan daya, akibat mesin-mesinnya banyak yang sudah tua dan rusak. Hal tersebut diungkapkan Paryadi S Hut dan Junaidi Bustam SE MH, dimana kedua anggota DPRD Kota Pontianak ini ditemui terpisah waktu diminta komentarnya tentang kelistrikan. “Ini kondisi listrik yang sudah darurat, makanya pemda harus ikut peduli. Bila PLN dikritisi maupun di demo, juga tak akan menyelesaikan masalah. Pasalnya, kendala PLN selama ini hanya kekurangan daya listrik, sehingga melakukan pemadaman berkelanjutan,” tegas Paryadi S Hut, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Pontianak kepada koran ini. (http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Kota&amp;amp;id=143729)

&lt;strong&gt;Solusi Ekonomi Konvensional&lt;/strong&gt;
Pengamat ekonomi di Indonesia banyak yang berpendapat, bahwa mengalihkan beban biaya produksi listrik yang tinggi kepada rakyat melalui kenaikan TDL (yang tidak diikuti pelayanan yang baik) bukanlah satu-satunya alternatif solusi  dan juga bukan solusi terbaik. Masih ada alternatif lain yang lebih baik, yaitu mengevaluasi kembali kinerja PLN itu sendiri.

PLN saat ini dikenal sebagai perusahaan yang memiliki kinerja dengan 3 kombinasi yang tidak logis, yaitu : sudahlah disubsidi, tarifnya mahal, rugi lagi. Kombinasi yang dianggap logis menurut logika ekonomi konvensional adalah : disubsidi, rugi dan tarifnya murah; atau kombinasi yang lain yaitu: disubsidi, untung, dan tarifnya mahal. (Tabloid Intelejen, No. 25, Th. II. 10-23/2/2006)
Paling tidak, ada 3 sumber masalah yang menyebabkan terjadinya kombinasi tidak logis pada PLN tersebut, yaitu : (Tabloid Intelejen, No. 25, Th. II. 10-23/2/2006)
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Banyak terjadi korupsi di tubuh PLN.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidakefesienan dalam pengelolaan PLN.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengadaan lisrik swasta melalui sejumlah konsorsium, yang mengharuskan PLN membeli listriknya dengan harga yang mahal.
&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
Oleh karena itu, jika 3 sumber masalah dalam tubuh PLN di atas dapat diatasi manajemen PLN yang ada sekarang ini dan tentu saja dengan dukungan politik yang kuat oleh Pemerintah, maka opsi kenaikan TDL dapat dihindari.
Solusi diatas adalah solusi yang banyak ditawarkan oleh pakar-pakar ekonomi konvensional saat ini, yang senantiasa berujung pada 2 kalimat besar, yaitu penghapusan korupsi dan pengelolaan perusahaan yang lebih efesien. Yang menjadi pertanya, apakah solusi di atas sudah merupakan solusi terbaik?

&lt;strong&gt;Akar Masalah: Pendekatan 'Dagang'&lt;/strong&gt;
Teori-teori ekonomi konvensional yang berkembang saat ini tidak pernah keluar dari kerangka ideologi Kapitalisme. Inti ajaran Kapitalisme dalam persoalan ekonomi yang paling “saklar” adalah ekonomi pasar bebas. Pengelolaan ekonomi yang paling baik adalah pengelolaan ekonomi yang diserahkan kepada pihak swasta melalui mekanisme pasar bebas-nya. Semakin sedikit negara ikut campur dalam urusan ekonomi, akan semakin baik ekonomi negara tersebut. (Deliarnov, 1997, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Rajawali Press, Jakarta)

Itulah paham yang selama ini menjadi “penjara” bagi segenap pengembangan teori ekonomi konvensional. Akibatnya, tidak pernah ada solusi yang “berani” keluar dari pemikiran ekonomi di atas. Landasan paham seperti ini pulalah yang dijadikan “dalil” oleh pihak IMF dan Bank Dunia untuk memaksa Indonesia agar terus-menerus melakukan liberalisasi ekonomi di semua sektornya, termasuk sektor listrik. Satu persatu perusahaan milik negara “dipreteli” melalui program privatisasi dan divestasi sehingga menjadi milik swasta, yang ujung-ujungnya tidak lain adalah swasta asing, yaitu para kapitalis kelas dunia. Akibatnya penjajahan mereka atas negara-negara seperti Indonesia ini tetap bisa dilesatarikan. (Budi Warsono, 2004, Globalisasi Wujud Imperialisme baru – Peran Negara Dalam Pembangunan. Tajidu Press, Yogyakarta).

Perubahan status PLN dari perusahaan jawatan yang elbih berorientasi pada pelayanan menjadi PT yang lebih beroreintasi laba/profit, yang sahamnya boleh dibeli oleh pihak swasta manapun, demikian juga munculnya listrik swasta yang mengharuskan PLN membeli “strum”-nya dengan harga yang mahal, merupakan bagian dari skenario di atas.

Oleh karena itu akar permasalahannya tidak hanya sekedar apakah PLN sudah terbebas dari segala bentuk korupsi atau tidak, termasuk juga apakah PLN sudah efesien dalam pengelolaanya atau belum. Tidak hanya sekedar itu. Persoalan yang lebih mendasar adalah status PLN yang berbentuk PT dan berorientasi pada profit tersebut dapat dibenarkan atau tidak? Juga keberadaan swasta, apakah bisa dibenarkan atau tidak? Inilah titik persoalannya.

&lt;strong&gt;Solusi Islam&lt;/strong&gt;
Seperti pemaparan diawal tadi bahwa Islam memberikan petunjuk tentang kepemilikan listrik sebagai bagian dari kepemilikan umum kaum Muslim atau milik bersama umat. Pengelolaannya dilakukan sepenuhnya oleh negara, sebagai wakil dari umat, untuk dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Rasulullah saw. bersabda: Manusia berserikat dalam tiga hal: air, hutan, dan energi. (HR Abu Dawud). Hadis tersebut memberikan pengertian pada sarana umum. Tentu saja sarana umum tidak terbatas pada ketiga jenis barang di atas; di dalamnya termasuk listrik.

Sarana umum ini, menurut Islam, adalah milik umum dan tidak boleh dikuasai oleh pribadi atau swasta. Oleh karena itu, langkah melakukan privatisasi PLN sejak 10 tahun lalu tidak bisa dibenarkan menurut hukum Islam. Sebab, dengan privatisasi itu berarti negara menjual barang/aset yang bukan miliknya. Bumi, air, sungai, lautan, tambang-tambang, hutan, jalan-jalan, dan segala sarana dan prasarana umum, termasuk yang dikelola PLN adalah milik umum kaum Muslim. PLN sebagai alat negara (dulu saat menjadi Perum) adalah hanya pemegang amanah untuk mengelola harta milik umum.

Karena itu, dalam kasus ini, manakala memang PLN tidak bisa diefisienkan lagi, maka subsidi harus dipertahankan bahkan ditingkatkan (dengan laba PLN sama dengan nol) agar mendapatkan harga TDL termurah (bahkan kalau bisa gratis) bagi mayarakat umum penguna listrik rumah tangga. Subsidi dari mana? Dari hasil ekspolitasi hutan, lautan, tambang-tambang minyak, gas, dan barang-barang tambang lainnya. Dengan itu ada harapan TDL turun dan rakyat hidup lebih sejahtera.

Namun demikian, jika dalam keadaan tertentu (suatu misal) Negara benar-benar tidak mampu untuk mengelola dan mengoperasikan sendiri pengadaan listrik bagi rakyatnya, maka dalam pandangan Islam, Negara boleh menyerahkannya kepada pihak swasta, dengan catatan, status pihak swasta tersebut hanya sebagai pekerja yang dibayar – dengan akad ijarah-ajir- oleh Negara. Dengan demikian, jika rakyat harus membayar listrik, itu hanya sekedar untuk menutup biaya operasional atau biaya produksi saja. Pemerintah tetap tidak boleh mengambil untung dari aktivitas pelayanan listrik bagi rakyatnya. (Abdurrahman al-Maliki, 2001, Politik Ekonomi Islam, Terj. Ibnu Sholah, Al-Izzah, Bangil)

&lt;strong&gt;Agar Listrik Murah&lt;/strong&gt;
Sesungguhnya persoalan listrik tidaklah berdiri sendiri. Ia tentu terkait dengan sumber-sumber energi lain, yaitu : BBM, batubara, gas, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir, dsb. Seluruh sumber energi tersebut harus tetap didudukkan sebagai kepemilikan umum. Oleh karena itu, peran pemerintah hanya satu, yaitu bagaimana agar hak milik rakyat tersebut dapat dinikmati untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat, dengan semurah-murahnya, syukur-syukur bisa gratis.

Islam memberikan prinsip pengelolaan bagi Pemerintah, yakni: memberikan kemudahan bukan memberi kesulitan pada masyarakat. Rasulullah saw. Bersabda, tatkala beliau berpesan kepada dua orang gebernur baru yang akan memerintah di Yaman: Mudahkanlah mereka dan janganlah kalian persulit. (HR al-Bukhari dan Muslim).


Melihat berbagai fenomena di atas, maka kami Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan wilayah Kalimantan Barat menyerukan:
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tolak segala kebijakan yang akan memberatkan rakyat dan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hentikan privatisasi di berbagai sektor publik dan menolak kapitalisasi di bidang ekonomi serta segala aspek lainnya.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembalikan pemanfaatan hasil sumber daya alam seutuhnya untuk kepentingan rakyat.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembali pada syari’at Islam dalam menyelesaikan berbagai problematika umat dan menegakkan kembali kepemimpinan Islam, yaitu Khilafah Islamiyyah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;
&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga kita semua dapat memberikan aktivitas yang terbaik yang sesuai dengan syariah bagi kehidupan ini. Wallahu’alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-93031853718894510?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/93031853718894510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=93031853718894510&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/93031853718894510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/93031853718894510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2007/11/masalah-listrik-kalbar.html' title='AGAR LISTRIK MURAH DAN RAKYAT DAPAT MENIKMATI HASILNYA    Oleh : Gema Pembebasan Kal-Bar'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-4458783271753521725</id><published>2007-10-12T18:05:00.001-07:00</published><updated>2007-10-12T18:08:20.949-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6600;"&gt;Gema Pembebasan Kalimantan Barat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;Mengucapkan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33cc00;"&gt;Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000000;"&gt;Mari Back To Perjuangan Syariat Islam dan Khilafah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-4458783271753521725?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/4458783271753521725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=4458783271753521725&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/4458783271753521725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/4458783271753521725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2007/10/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-8997541839262781103</id><published>2007-09-25T07:04:00.002-07:00</published><updated>2007-10-30T03:33:23.285-07:00</updated><title type='text'>Seruan Hangat kepada Mahasiswa Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Buletin Edisi 1 (21 September 2007) by Gema Pembebasan Kal-Bar&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(link dari &lt;a href="http://www.gemapembebasan.or.id/"&gt;www.Gema&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pembebasan.or.id&lt;/a&gt;, dengan edit seperlunya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-size:78%;"&gt;
&lt;/span&gt;Kegiatan awal perkuliahan tahun ajaran 2007–2008 baru saja dimulai, pada momen ini pasti para mahasiswa lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatu keperluan yang terkait dengan kegiatan perkuliahan. Untuk mahasiswa baru sendiri, berbagai keperluan yang terkait dengan kegiatan perkuliahan dan pemondokan tentu lebih menyita banyak waktu dan perhatian. Hal ini wajar mengingat mereka baru saja menyandang gelar sebagai mahasiswa baru. Selain itu masih banyak sesuatu yang harus mereka lakukan mengingat masa-masa pertama di awal perkuliahan merupakan sesuatu yang baru mereka alami. Yang jelas menyandang status sebagai mahasiswa baru, berarti kita harus siap menerima dan menjalankan berbagai beban yang ada dihadapan kita, baik itu menyenangkan atau kurang menyenangkan dalam pandangan kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat Datang Mahasiswa !Menjadi mahasiswa baru memang menyenangkan dan tentu hal ini akan menuntut kita lebih serius dibandingkan dengan ketika masih berstatus siswa. Dari sisi kegiatan perkulihaan akan semakin berat beban materi kuliah dan penugasan yang akan kita terima, jauh berbeda dibandingkan ketika masih berstatus siswa di SLTA. Dan hal ini tentu akan menyita banyak waktu, perhatian dan tenaga kita. Selain itu lingkungan tempat tinggal pun berbeda dengan ketika kita masih numpang dengan orang tua, ini bagi yang berasal dari luar daerah. Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bersikap mandiri terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari seperti kebutuhan makan, minum, tempat kos, pakaian, belajar hingga berinteraksi dengan lingkungan. Melakukan interaksi dengan lingkungan yang masih asing merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi mahasiswa baru. Hal ini agar terjadi adaptasi sosial yang positif dan tidak terjadi kesenjangan interaksi antara mahasiswa dengan lingkungan kampus. Mahasiswa baru hendaknya mengenal keberadaan organisasi intra dan ekstra kampus yang seperti organisasi yang bergerak di bidang sosial, kemahasiswaan, olahraga, forum kajian dan juga organisasi Islam. Tentu tidak sebatas mengenal saja, melainkan juga hendaknya mahasiswa baru terlibat aktif dalam organisasi tersebut sepanjang kegiatan yang dilaksanakan mempunyai kontribusi positif dan tidak bertentangan dengan akidah dan syariat Islam. Hal yang harus anda pahami adalah bahwa menjadi mahasiswa baru bukan berarti hanya memikirkan aktivitas perkulihaan saja (study oriented) tanpa mau tahu apa yang terjadi di sekeliling kita dan terlibat dalam kegiatan di luar kuliah. Memang benar bahwa tujuan kita kuliah adalah menuntut ilmu, namun demikian hendaknya dipahami bahwa mahasiswa juga merupakan bagian dari komponen masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, maka sudah seharusnya mahasiswa terlibat aktif dan memberikan respon terhadap permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan perwujudan dari sikap kepedulian kita terhadap permasalahan bersama yang mau tidak mau menuntut kita untuk bergerak dan terlibat aktif, Jadilah Agen Perubahan Sosial Pada umumnya mahasiswa memiliki jati diri dan sikap yang khas serta berbeda dengan masyarakat. Hal ini terefleksi dalam paradigma berfikir dan pola perilaku dalam dirinya ketika merespon lingkungan dan permasalahan masyarakat. Sikap idealis, dinamis, inovatif dan pro terhadap perubahan ke arah yang lebih baik inilah yang membedakan antara mahasiswa dengan masyarakat pada umumnya. Dengan karakteristik yang khas tersebut menjadikan mahasiswa sebagai ujung tombak pelaku perubahan yang strategis. Tengoklah Berbagai perubahan sosial yang terjadi di berbagai negara di belahan dunia, siapakah yang menggerakkan? Revolusi di Rusia tahun 1905 dan 1917 digerakkan oleh kalangan mahasiswa, begitu pula revolusi Korea Selatan tahun 1960, revolusi Islam Iran tahun 1979. Tumbangnya kekuasaan korup di Indonesia pada era Soekarno 1966, Soeharto 1998, dan Abdurahman Wahid tahun 2000 juga digagas dan digerakkan oleh organisasi kemahasiswaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disinilah nilai strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dapat diandalkan sebagai motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan Menuju Sistem Islam Wacana perubahan memang sudah sering disuarakan oleh banyak kelompok masyarakat dengan berbagai corak dan latar belakang organisasi yang berbeda. Namun pandangan mereka pun tampak berbeda ketika ditanyakan ke arah mana perubahan sosial akan diarahkan. Akankah perubahan sosial diarahkan ke ideologi Sosialisme? atau justru perbaikan parsial yang semakin mengokohkan kapitalisme? atau sebaliknya perubahan ke arah penerapan ideologi Islam secara kaffah?. Dalam lintasan sejarah telah terbukti kerusakan dan kebusukan ideologi Sosialisme. Runtuhnya Uni Soviet di awal dekade 90-an menjadi bukti sejarah bahwa sosialisme telah gagal. Begitu pula yang terjadi di Indonesia ketika Presiden Soekarno berusaha menerapkan Sosialisme dengan Nasakom-nya. Sosialisme tampak kerusakannya karena ide dan konsep kehidupan yang diembannya tidak sesuai dengan fitrah manusia dan tidak memuaskan akal manusia. Sama seperti Sosialisme, kapitalisme sekuler yang diemban kebanyakan negara saat ini tidak mendatangkan kemakmuran dan ketentraman umat manusia. Yang terjadi justru pemiskinan yang semakin menjadi-jadi di negara ketiga oleh yang dilakukan oleh para kapitalis. Penguasaan sumber daya alam oleh sekelompok pemodal telah mendatangkan bencana bagi umat manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh Kapitalisme yang lahir dari ide pemisahan agama dan kehidupan (sekularisme) ini sangat berbahaya. Hal ini bisa dilihat dengan semakin tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, begitu pula angka kriminalitas dan korupsi. Berdasarkan data BPS tahun 2004 sekitar 40 juta rakyat Indonesia berada dibawah garis kemiskinan, sementara itu sebanyak kurang lebih 38 juta rakyat Indonesia menganggur. Yang jelas ideologi Sosialisme dan kapitalisme telah terbukti kebobrokannya dari sisi ide dasar dan konsep yang diembannya. Kalau Sosialisme dan kapitalisme telah gagal, kemanakah kita melangkah?. Maka satu-satunya ideologi yang sahih dan layak untuk diterapkan karena sesuai dengan fitrah dan memuaskan akal manusia yaitu idelogi Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konsep kehidupan yang diturunkan Allah Swt untuk mengatur seluruh kehidupan manusia mulai dari perkara ibadah pribadi, akhlak, pergaulan, sanksi hukum, ekonomi, politik bahkan pemerintahan. Firman Allah dalam al-Quran: ”Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (TQS An Nahl: 89) Dalam lintasan sejarah telah terbukti bahwa peradaban Islam telah memimpin dunia selama berabad-abad lamanya. Penerapan sistem Islam telah membawa kemajuan umat Islam di berbagai bidang kehidupan bahkan memberikan kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam pada waktu itu. Perhatikanlah sebuah pengakuan jujur dari Chief of Executive Officer perusahaan Hewlett-Packard (HP), Carly Fiorina dalam sebuah buku Science and Islam karangan Shahib al-Kutb yang diterbitkan oleh al-khilafah publication (dapat didownload di http://www.khilafah.com). ”dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang tediri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi bahasa universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal di berbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaanya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. Jangkauan armada perdaganganya membetang dari Amerika Latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya. Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer, para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronomiya mengamati langit, memberikan nama bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa. Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Ketika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain. Peradaban barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksudkan adalah dunia Islam dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara Khilafah Utsmaniyah, Baghdad, Damaskus dan Kairo; demikian pula masa-masa para pemimpin yang cemerlang, seperti Khalifah Sulaiman yang perkasa....... Carl Fiorina, CEO Hewlett-Packard, 26 September 2001 Wahai mahasiswa muslim, sudah seharusnya kita bangga akan kemajuan yang dihasilkan oleh peradaban Islam. Dan kini tampak didepan mata bahwa satu-satunya konsep hidup yang layak diterapkan adalah Islam. Apalagi sebagai seorang muslim tentu hanya Islam-lah satu-satunya konsep kehidupan harus yang kita pegang dan perjuangkan, bukan Sosialisme dan kapitalisme konsep hidup buatan manusia yang justru menjerumuskan umat manusia ke lembah kesengsaraan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampil Sebagai Aktivis Dakwah Tidak diragukan lagi bahwa mahasiswa muslim merupakan salah satu penggerak dalam perubahan sosial. Suatu perubahan ke arah penerapan aturan Islam secara menyeluruh dalam sendi-sendi kehidupan. Apalagi salah satu identitas seorang muslim adalah terinternalisasinya suatu sikap amar ma’ruf nahi munkar dalam dirinya. Oleh karena itu tampilya figur mahasiswa dalam suatu organisasi yang menyerukan kepada Islam, mengajak ke perkara yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Organisasi tersebut bisa bergerak di dalam kampus atau di luar kampus. Dalam kampus sendiri terdapat banyak organisasi yang aktivitasnya menyerukan dakwah kepada Islam. Dan tentu mahasiswa dapat bergabung dengan lembaga dakwah kampus ini, tentu setelah mempertimbangkan keshahihan dan kejelasan ide dan konsep atau metode dakwah yang diemban dan diperjuangkan. Tampilnya mahasiswa dalam suatu organisasi dakwah merupakan aktivitas mulia dan Allah sendiri memuji aktivitas ini melalui firman-Nya: ”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(TQS Fushshilat:33) Seorang mahasiswa hendaknya menunjukkan idealisme keislaman yang terpatri dalam dirinya, berusaha tampil di tengah-tengah lingkungan baik di kampus maupun masyarakat dengan menawarkan keunggulan ide dan konsep Islam sebagai solusi atas permasalahan kehidupan. Dalam kesehariannya selalu menampakkan pola fikir dan sikap yang dibangun dari akidah Islam serta berusaha istiqamah memegang kuat-kuat akidah dan syariat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai mahasiswa baru!, dengan tampilnya anda kedalam barisan para aktivis dakwah, Insya Allah kebangkitan islam dan kaum muslimin yang kita nantkan akan segera tercapai. Selamat Berjuang Wahai Mahasiswa ! Wahai para mahasiswa baru!, ingatlah bahwa sekarang saatnya bagi anda untuk menapaki dunia kampus yang baru, yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap kelanjutan kehidupan anda di masa yang akan datang. Persiapkan dan rencanakanlah langkah-langkah anda, tetap berpegang teguhlah kepada akidah dan syariat Islam serta bergabunglah bersama barisan kaum muslimin yang ikhlas. Saat ini kehadiran anda sangat dinanti-nantikan demi kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Dengan dilandasi semangat ukhuwah islamiyah kami ucapkan selamat datang dan berjuang wahai saudaraku. Allah Swt senantiasa bersama kita. Allahu Akbar... Allahu Akbar… Allahu Akbar…  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-8997541839262781103?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/8997541839262781103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=8997541839262781103&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/8997541839262781103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/8997541839262781103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2007/09/new-artikel.html' title='Seruan Hangat kepada Mahasiswa Baru'/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488505572822663164.post-3129036599486264732</id><published>2007-09-18T09:38:00.000-07:00</published><updated>2007-09-18T09:45:16.785-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6600;"&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1428 H&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size:130%;color:#3366ff;"&gt;Tiada Kemuliaan Tanpa Islam,&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size:130%;color:#3366ff;"&gt;Tiada Islam Tanpa Syariat, &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Tiada Syariat Tanpa Khilafah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488505572822663164-3129036599486264732?l=gemapembebasankalbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/feeds/3129036599486264732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488505572822663164&amp;postID=3129036599486264732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/3129036599486264732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488505572822663164/posts/default/3129036599486264732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gemapembebasankalbar.blogspot.com/2007/09/selamat-menunaikan-ibadah-puasa-1428-h.html' title=''/><author><name>gemapembebasan.kalbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04358782096281055230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_4sVCec0S_YQ/TQRWO04ewiI/AAAAAAAAAC4/WvtY6yJNPVA/S220/fly.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
